Selasa, 11 Oktober 2011


Lagi pengen ngepost tapi gak tau apa yang bagus buat di post. Mungkin ini cuma post curahan hati *bahasa dalam.
Langsung aja *hehehhehe
Gak ngerti kenapa ya, sekarang semuanya berubah. Aku juga gak tau kenapa. Mungkin karna aku juga manusia, mana tau khilaf-khilaf kan. Heran aja nengok mereka yang dekat sama aku sekarang malah ngejauh. Yang bikin sakit nya mereka malah main tunggal. Padahal jujr kalau memang gitu keadaannya aku pasti bakal gak maksain. Selama ini aku selalu ngajak mereka kalau ada sesuatu. Tapi sekarang apa? Aku malah ditinggalin. Sakiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit banget...... gak tau mungkin akunya yang terlalu lebay atau aku yang terlalu sensitif. Mau diapain lagi? Mau gak mau ikhlas gak ikhlas harus ikhlas ditinggalin. Mungkin mereka punya alasan yang kuat, atau mungkin mereka baru nemuin kekurangan aku sekarang.
Yang gak nyangkanya mereka tega ngira aku yang macem-macem. Aku bisa apa? Aku deket sama cowoknya mereka juga demi dia. Biar dia bisa dapetin lagi perasaan dia, bukan karna aku mau nikung dia. Buat apaaaaaaaaaaaa?????
Aku sayang sama kalian,,, sayangnya kalian terlalu tega buat aku sakit. Mau nangiiiiiis? Percuma siapa yang bisa ngerti? Siapa lagi yang mau ngibur aku? Mau ngajak kalian senang-senang lagi? Gak mungkin juga kan, toh kalian sekarang udah gak peduli sama aku.
Lewat blog ini aku cuma mau minta maaf kalau kalau mungkin sifat aku buat kalian kesaaaaaaal. Aku Cuma berharap kalian bisa senang dengan pilihan kalian. 

Selasa, 27 September 2011

Hujan (part I)



A: Hai, kamu sendirian? (dengan kotak berisi boneka yang disembunyikan dibalik punggung)
B: Haha :D begitulah. aku hanya ingin menghabiskan waktu disini
A: Kenapa? Apakah kedatangan ku mengganggu mu?
B: Aku tak tau, aku cuma ingin mengulang indahnya kepergian nya
A: Kepergian? Siapa maksud mu?
B: Sudahlah jangan kau ikuti perkataan bodoh ku ini
A: Apa yang kau perhatikan?
B: Dia...
A: Sungguh tak ada siapa pun disini selain kau dan aku
B: Aku tau itu
A: Lalu?
B: Dia begitu indah sama indahnya dengan langit senja ini
A: Kau membayangkan seseorang? (dengan penuh kekhawatiran)
B: Mungkin
A: Mungkin keberadaan ku mengganggumu
B: (hanya tersenyum)
A: aku rindu akan senyummu. baiklah aku tak mengerti apa yang kau fikirkan
B: sungguh aku senang kau disini. sudahlah, mungkin aku sedikit gila karna mu.
A: Bolehkah aku tahu kenapa engkau selalu disini?
B: Aku hanya menunggunya kembali. kembali untuk menepati janjinya
A: (kecewa) baiklah, aku akan membiarkanmu menunggunya
B: jangan pergi.
A: (ayo panggil aku kembali, aku hanya ingin memberi mu sesuatu) (bersembunyi dibalik pohon dan tetap mengamati)
B: engkau tinggal kan ku kembali. disini sendiriii... menunggu mu :( (menangis)

Senin, 26 September 2011

LARVA II

Larva (Latin: larvae) adalah bentuk muda (juvenile) hewan yang perkembangannya melalui metamorfosis, seperti pada serangga dan amfibia. Bentuk larva dapat sangat berbeda dengan bentuk dewasanya, misalnya ulat dan kupu-kupu yang sangat berbeda bentuknya. Larva umumnya memiliki organ khusus yang tak terdapat pada bentuk dewasa dan juga tidak memiliki organ tertentu yang dimiliki pada bentuk dewasa. Suatu tahapan hidup disebut larva apabila dalam bentuk itu memiliki aktivitas yang tinggi (khususnya dalam bergerak dan mencari makanan). Kelompok hewan yang memiliki tahap larva cukup luas, mencakup serangga, berbagai Porifera, ubur-ubur dan kerabatnya (Coelenterata), berbagai Crustacea, Echinodermata, dan amfibia. Beberapa ikan yang baru menetas dari telurnya juga disebut sebagai larva. Tidak semua serangga memiliki bentuk yang disebut larva, karena hanya mereka yang menempuh jalur metamorfosis penuh (holometabola) yang memiliki bentuk larva. Serangga yang yang hanya menjalani metamorfosis tidak penuh (hemimetabola) bentuk mudanya disebut nimfa (nympha). Nama-nama khusus Pada beberapa spesies, larvanya dapat mencapai pubertas dan tidak berkembang lebih lanjut menjadi bentuk dewasa. Kasus ini ditemukan pada beberapa newt, sebangsa amfibi sejenis salamander). Bentuk ini disebut neotoni. Dalam bahasa sehari-hari, bentuk larva dikenal dalam berbagai nama. Larva serangga kelompok kupu-kupu dan ngengat dikenal luas sebagai ulat. Larva lalat dan beberapa kumbang dikenal sebagai bernga (berenga) atau belatung, namun larva lalat buah yang biasa ditemukan pada buah disebut sebagai "ulat" (buah) walaupun secara fisik lebih merupakan bernga (karena tidak berkaki). Larva kumbang besar (terutama Scaraboidea) dikenal sebagai uret. Ulat kayu yang dimakan orang atau untuk pakan burung timangan adalah juga uret. Larva nyamuk disebut jentik. Undur-undur lebih dikenal orang karena larvanya membangun struktur mirip corong terbalik di tanah pasiran untuk menjebak mangsanya. Larva udang dan krustasea lainnya dikenal dalam tiga tahapan: nauplius, zoea, dan mysis. Larva katak dan kodok dikenal sebagai berudu. Larva dari berbagai hewan memiliki nilai ekonomi, terutama digunakan sebagai bahan pakan untuk hewan yang dipelihara. Uret kayu dan ulat hongkong dijual orang sebagai pakan burung timangan. Larva hewan air dijual sebagai pakan ikan akuarium. Benur (benih udang), secara salah kaprah disebut sebagai larva udang, diperdagangkan untuk ditebar di kolam pembesaran. Larva dalam pertanian seringkali merupakan bentuk yang merugikan secara ekonomi karena daya makannya yang tinggi. Berbagai macam ulat merupakan hama penting pada tanaman pertanian. Sejumlah larva lalat memakan atau menggerek daun, buah, serta titik tumbuh batang sehingga menurunkan hasil dan kualitas produk. Uret adalah hama yang sulit diatasi karena memakan akar tumbuhan dari bawah permukaan tanah dan memiliki kemampuan jelajah yang tinggi.


*dikutip dari wikipedia, you tube, dan google image


larva

puisi

Puisi Cinta Sedih : Akhir Cerita Cinta Ini

Aku tertelan waktu dalam hening yang sunyi....
sunyi yang mengekat.. rongga nafasku...
Sejenak aku termenung dalam ragu....
Haruskah... kuhentikan detik sang waktu..
detik demi detik yang terangkai demi cintaku  padamu..
Kucoba bertahan dalam belenggu hening yang kian sunyi...
belenggu yang membuat tiap kata hilang dari syairku..
Belenggu yang merampas tiap puisiku...
Kucoba bertahan.. tanpa kata... tanpa rima dalam tiap suara hatiku
kucoba bertahan meski kematian kian erat mendekapku...
Kucoba bertahan meski nafas kian menjauh dariku...
Kucoba bertahan dipersimpangan...
Hingga harus kuakhiri cerita cinta ini...

Spongebob Patrick

Spongebob patrick bersama