A: Hai, kamu sendirian? (dengan kotak berisi boneka yang disembunyikan dibalik punggung)
B: Haha :D begitulah. aku hanya ingin menghabiskan waktu disini
A: Kenapa? Apakah kedatangan ku mengganggu mu?
B: Aku tak tau, aku cuma ingin mengulang indahnya kepergian nya
A: Kepergian? Siapa maksud mu?
B: Sudahlah jangan kau ikuti perkataan bodoh ku ini
A: Apa yang kau perhatikan?
B: Dia...
A: Sungguh tak ada siapa pun disini selain kau dan aku
B: Aku tau itu
A: Lalu?
B: Dia begitu indah sama indahnya dengan langit senja ini
A: Kau membayangkan seseorang? (dengan penuh kekhawatiran)
B: Mungkin
A: Mungkin keberadaan ku mengganggumu
B: (hanya tersenyum)
A:
B:
A: Bolehkah aku tahu kenapa engkau selalu disini?
B: Aku hanya menunggunya kembali. kembali untuk menepati janjinya
A: (kecewa) baiklah, aku akan membiarkanmu menunggunya
B:
A: (ayo panggil aku kembali, aku hanya ingin memberi mu sesuatu) (bersembunyi dibalik pohon dan tetap mengamati)
B: engkau tinggal kan ku kembali. disini sendiriii... menunggu mu :( (menangis)
*tiba-tiba hujan turuuun
B: Hujaaaaaan? Mungkin hanya kau 'dia' yang kutunggu. Atau mungkin kau datang untuk menemani ku? Membantu membasuh air mata ku yang kian tak terbendung?
*tanpa disadari air matanya pun mengiringi tetasan air hujan
B: haha (tawa terpaksa) liatlah hujan aku menangis, entah apa yang
ku tangisi (menghapus air mata) mungkin dia yang berlalu (nada merendah)
*sementara di sisi lain
A: hujan? Kau datang disaat yang tepat, mungkin disaat inilah aku
bisa menangis. Dan kau.... bisa kah kau menolong ku? (diam sejenak) heeeiii...
jawablah. Mungkin aku terlalu gila berbicara dengan mu. Tapi tolonglah, aku
bukan lelaki cengeng. Aku hanya ingin dia tau aku kembali untuknya untuk menepati janjiku padanya. Atau mungkin
dia sudah lupa dengan janji kami. (air matanya menetes). Kau lihat hujan... tak
mungkin ku bendung lagi air mata ini. Secepat itu dia melupakan ku, mungkin dia
telah mendapatkan pengganti ku. Hujan... jika kau berbaik hati, jadilah
perantara perasaan ku lewat tetesan tetesan mu yang membasahi tubuhnya, tapi ku
mohon jangan buat dia tersakiti..
*daaaan...
A: HUJAAAAAAAAAAN! Sampaikan padanya, sungguh ku
menyayanginyaaaaaa..... aku sayang di di diiiia (terbata-bata). Buatlah dia
merasakan ini hujan. Sentuh dia dengan hempasan lembut angin mu. Buat lah dia
merasakan ini hujan. Aku merindukannya
dan aku tetap menunggunya kembali
(berteriak sekuat tenaga)
*petiiiiiir menghempas bumi, tepatnya hati seseorang yang
memperhatikan dari jauh
B: Hujaaaaaan kau dengar itu? (melihat langit) kau mendengarnya
kan? Mungkin dia tak memperdulikan ku lagi. Sudah saatnya aku benar-benar perg
dari hidupnya. Dan iniiii (bingkisan), akan ku letakkan di bawah pohon ini.
Semoga yang menemukannya menyukai ini, sama halnya dengan dia ‘jika ia
menhetahui ini untuknya’ (menghapus air hujan yang membasahi mukanya atau
mungkin air matanya)
A: Hujaaaaan! Aku senang diterpa angin mu. Aku senang kau
membasahi ku. Aku tak peduli jika harus terbang di bawa angin yang mulai
kencang. Aku tak peduli seberapa menusuk dingin di senja ini. Bawa aku
hujaaan... kemana pun kau ingin mengalir, bawa juga dia mengalir dengan mu
pertemukan kami di tempat yang sama. (memejamkan mata dan mulai menikmati senja
yang begitu perih)
*kencangnya angin di senja itu membuat kotak hadiah itu mengalir
dan terus mengalir....
A: (seseuatu menyentuh ku, katanya di dalam hati) Apa ini?
Bingkisan? Punya siapa? Mungkin aku akan membukanya... atau mungkin aku harus
membiarkannya. Astaga... sudah berapa lama aku berada di sini? Hujan dimana
kau? Kau tinggalkan ku sendiri? Ternyata kau sama saja dengan dia, tapi ku rasa
aku mulai gila dengan kisah ini. Baiklah hujan, aku akan mencari penggantimu.
Tapi esok hari. Sudah saat nya aku kembali. Tapi bingkisan ini ku titip kembali
pada mu, jaga hingga pemiliknya menemukan ini J hujan...
dimana pun kau kini, trima kasih kau tlah membuat ku sedikit tenang
*bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar